Tjong Afie Mansion [Wisata Kota Medan]

reza 15.06.00 1 Comment

 

Tjong Afie (1860-1921) adalah seorang saudagar kaya raya di Medan pada jamannya yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera Utara. Selain sukses dan kaya raya Tjong Afie juga sangat dihormati dan disegani karena beliau menguasai bidang ekonomi dan politik, beberapa kerjaaan bisnisnya yang sukses adalah perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api. Tjong Afie juga dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyarakat pribumi dan Tionghia kota medan sehingga beliau disegani orang-orang.

Kediaman Tjong Afie ini terletak dijalan Ahmad Yani, Kewasan, Medan yang sekarang ini dijadikan sebagai Tjong Afie Mansion. Rumah ini mulai dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 sebagai peringatan ulang tahun Tjong Afir yang ke-150.

Rumah ini didesain dengan gaya arsitektur campuran Tionghoa, Eropa, Melayu dan art-deco yang menjadi salah satu objek wisata sejarah di kota Medan. Dirumah ini pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong Afie melalui foto-foto, lukisan dan perabotan rumah yang pernah digunakan oleh keluarganya pada masa itu.

Halaman Depan Tjong Afie Mansion 

Ruang tamu berada di lantai satu dibagi atas tiga bagian, kanan, kiri dan tengah depan. Ruang depan biasa digunakan Tjong Afie untuk menerima tamu umum, ruang sebelah kiri untuk tamu dari masyarakat Tionghoa, sedangkan disebalah kanan khusus untuk menerima tamu dari Kerajaan Sultan Deli.

Rumah ini memiliki dua kamar utama, keduanya mengapit ruang sembahyang, kamar disebelah kiri menjadi ruang pamer foto sedangkan kamar disebelah kanan merupakan kamar tidur. Tempat tidur besar yang berkelambu yang masih terawat dengan baik diruangan ini juga masih ada sebuah koper besi yang dibawa Tjong Afie ketika pertama kali merantau ke Tanah Deli (baca: Medan).

Tjong Afie Mansion ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 sampai 17.00, tarif masuknya Rp. 35.000.

Istana Maimoon Medan [Wisata Kota Medan]

reza 15.00.00 1 Comment

 

Saya dan sepupu indry melanjutkan perjalanan #MedanCityTour ke tujuan berikutnya yaitu ke Istana Maimoon dengan masih menunggangi kuda besi, sementara kak ami dan kak nia jalan kaki. Jalan kaki dipilih karena lokasi antara Mesjid Raya Medan dengan Istana Maimoon hanya ditempuh 5 menitan saja.


Kereta Kencana Kesultanan Deli 

Memasuki gerbang pintu masuk Istana Maimoon kami disambut dengan kereta kencana kesultanan deli, memasuki bangunan istana maimoon pengunjung dikenakan biaya Rp. 5.000 per orang, istana maimoon ini terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 sampai 17.00. Oh ya jangan lewatkan live music yang menampilkan musik tradisional melayu di jam-jam tertentu (lihat gambar jadwal berkunjung Istana Maimoon)

Jadwal Berkunjung 


Tiket Masuk 


Tentang Istana Maimoon

Istana maimun merupakan salah satu dari ikon kota medan yang lokasinya berada di Jalan Brigjen Katamso kelurahan sukaraja kecamatan Medan Maimun dan lokasinya tidak jauh dari Mesjid Raya Medan. Istana maimun ini di desain oleh seorang arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah (Sultan Deli IX) pada tahun 1888 dan menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli pada masa itu, luas istana maimun ini sendiri sekitar 2.772 m² dan berisi 30 ruangan didalamnya.

Istana maimun sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Deli. Jika kita masuk kedalam istana ini terlihat di bagian ruang tamu terdapat tahta Sultan yang didominasi warna kuning, ruang ini juga biasa digunakan untuk penobatan Sultan Deli atau kegiatan tradisional melayu lainnya.

Singgasana Kesultanan Deli 


Selain itu didalam istana ini pengunjung juga bisa melihat foto-foto dari pada sultan deli yang pernah berkuasa, ada juga pakaian resmi kesultanan yang dipajang di dalam lemari kaca. Jika melihat ke arah luar ada seperti sebuah bangunan kecil (lihat gambar dibawah) disitu adalah letak meriam puntung.

Koleksi Foto Sultan Deli 

Sampai saat ini Istana Maimoon masih dipergunakan untuk tempat tinggal keluarga Kesultanan Deli, terlihat hanya beberapa bagian dalam istana saja yang boleh dimasuki pengunjung yang datang untuk melihat Istana Maimoon ini.

Setelah cukup puas ngadem di dalam Istana maimoon kami pun melanjutkan kembali perjalanan #MedanCityTour ke daerah Kesawan Medan.

Mesjid Raya Medan [Wisata Kota Medan]

reza 15.00.00 Add Comment

Mesjid Raya Medan 

Perjalanan kali ini saya memutuskan untuk mengelilingi objek wisata Kota Medan dengan menggunakan sepeda motor. Semula saya berencana untuk mengadakan #MedanCityTour ini sendirian tetapi karena karena beberapa hal jadilah saya dan travel-mates mengelilingi objek wisata kota medan. Saya ditemani 3 orang cewek-cewek berjilbab yang hobi jalan-jalan dan kebetulan sedang ada waktu luang, mereka adalah Indry (sepupu), kak ami (bakal jadi calon sepupu ipar) dan kak nia (temen kak ami).

Sesuai janji 10 Februari 2012 meeting point di Mesjid Raya Medan jam 09.30, saya dan sepupu saya sudah sampai terlebih dahulu di lokasi sedangkan kak ami dan kak nia telat 10 menit karena masih on the way yang sejatinya mereka adalah angkoters kota medan.

Tentang Mesjid Raya Medan

Mesjid raya medan atau Masjid Raya Al Mashun merupakan masjid kebanggaan warga kota medan yang mulai dibangun sekitar tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 dan menjadi Mesjid terbesar di Kota Medan, pada saat itu Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun yang pada awal pendiriannya masjid ini menyatu dengan kompleks istana maimon. Sedangkan gaya arsitekturnya sendiri perpaduan antara khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Bentuk bangunan mesjid ini segi delapan dan dirancang oleh seorang arsitek dari Belanda bernama Van ERP yang juga merancang istana maimun.

Menurut cerita pembangunan mesjid ini menghabiskan dana sebesar satu juta Gulden dan dana tersebut ditanggung oleh sultan, tapi katanya lagi Tjong Afie yang merupakan saudagar kaya dari etnis Tionghoa turut berkontribusi dalam pembangunan mesjid ini pada masa itu.

Bangunan mesjid ini terdiri dari ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Kalau melihat kubah mesjid ini mengikuti model Turki dengan bentuk patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikelilingi empat kubah lain. Sekilas bentuk kubah yang ada di mesjid raya medan ini mirip dengan kubah-kubah yang ada di Mesjid Baiturrahman Banda Aceh.

Mirip Mesjid Raya Banda Aceh 

Puas berkeliling menyusuri setiap sudut Mesjid Raya Medan perjalanan kami lanjutkan ke Istana Maimoon yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Mesjid Raya Medan.

Menara Mesjid Raya Medan 


Tempat Wudhu 


Tempat Wudhu Pria