Putra Jaya

Putra Jaya

reza 19.00.00 4 Comments

20130103_102908

Saya sungguh kagum dengan negara tetangga yang satu ini, mereka bisa menjual apa saja untuk mendatangkan wisatawan ke negaranya, contohnya adalah salah satu objek wisata yang saya datangi adalah kawasan Putra Jaya. Putra jaya adalah kompleks pusat pemerintahan Malaysia, semua kantor pemerintahan ada disini dan Malaysia menjual objek wisata Putra Jaya karena bangunan gedungnya yang super WoW, saya sungguh takjub dengan pusat pemerintahan malaysia yang ada di Putra Jaya ini. Biasanya wisatawan yang akan menikmati objek wisata disini akan siggah di Kompleks B dari kompleks A-F.

Tidak hanya gedung-gedung pemerintahan yang bisa dibilang modern dengan bergaya kelas atas, disini juga ada bangunan mesjid yang bernama Mesjid Putra Jaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan luar negeri baik muslim ataupun non muslim, selain itu terdapat juga danau buatan yang memang dibuat untuk bersantai.


20130103_114506 


How To Get There?

Untuk menuju Putra Jaya sangatlah mudah khususnya buat backpacker atau wisatawan yang tidak menggunakan jasa agen travel. Jika berada di Kuala Lumpur berangkat dari KL Sentral dengan menggunakan kerera KLIA EXPRESS dengan tujuan Putra Jaya, tiket dapat dibeli di loket KLIA dengan harga RM19 pp. Sampai di Putra Jaya Sentral langsung keluar untuk mencari bus Nadiputra nomor 101/200/300/500 dan bilang ke sopir bus turun di Complex B, tarif bus hanya RM1 pp *murah sekali bukan?* dan bayar langsung di dalam bus. *Tips: bayar dengan uang pas untuk setiap kali jalan saja (RM 0.50) jika membayar lebih sopir tidak akan memberi kembalian karena uang langsung masuk ke dalam kotak yang disediakan.

20130103_103941

20130103_105532

20130103_111435

2013-01-03 10.59.21

Go Genting Highland

Go Genting Highland

reza 19.03.00 2 Comments
Berbekal tiket bus yang di dapatkan kemaren, siang ini saya dan travelmate berangkat ke genting, perjalanan memakan waktu tempuh 1 jam, tak banyak yang istimewa selama perjalanan, seperti perjalanan pada umumnya ke suatu tempat yang ada di atas bukit, jalanan berliku-liku yang membuat saya entah mengapa terasa mual tapi masih bisa ditahan. Sampai di stasiun Sky Way kami diturunkan untuk (tidak menaiki sky way) melanjutkan perjalanan dengan bus lain. Agak sedikit kecewa sih karena sky way dalam perawatan rutin setiap hari selasa.

20130102_110912

Sampai puncak genting kami (saya dan rombogan di dalam bus) disambut dengan kabut tebal, untungnya saya sudah mengingatkan travelmates saya untuk tidak membeli tiket outdoor theme park terlebih dahulu di KL sentral kemaren, coba saja kalau sudah di beli bakalan sia-sia duit untuk beli tiket permainan di luar karena jika kabut datang semua wahana diberhentikan sampai cuaca normal dan sampai sore hari pun kabut masih saja tebal, alhasil saya dan travelmate hanya menghabiskan waktu di dalam saja melihat-lihat permainan di indoor dan keliling sana keliling sini bagai anak hilang tak tentu arah, makan siang hanya membeli kue dorayaki RM.7/4pcs dan nasi lemak RM.4. 1 jam sebelum jam keberangkatan bus ke KL sentral kami sudah harus turun dimana kami akan melanjutkan perjalanan pulang, perjalanan turun ke stasiun bus go genting bisa dilakukan dengan menaiki bus di dekat hotel first world di platform 3 gratis!!.

20130102_144647 


20130102_152042


20130102_150650

Perjalanan pulang ke KL sentral terasa lebih cepat dari pada perjalanan pergi, sampai di Kl sentral langsung menuju LRT tujuan pasar seni, dari stasiun pasar seni perjalanan dilanjutkan ke Mesjid Negara dengan berjalan kaki, di Mesjid Negara menyempatkan untuk solat magrib jam setengah 8 waktu KL. Ternyata di mesjid negara ini banyak wisatawan asing yang ingin melihat-lihat keindahan mesjid terbesar di kuala Lumpur ini.

20130101_181841

Lepas magrib langsung balik ke hostel dengan berjalan kaki, ditengah perjalanan mata saya tertuju kearah Petaling Street yang kalau malam disulap menjadi tempat jualan atau tempat membeli oleh-oleh khas malaysia. Disekitaran hostel juga mulai banyak pedagang yang menjajakan berbagai olahan makanan, kebanyakan sih chines food, maklum namanya juga daerah pecinaan. Saya sama sekali ga berniat makan disini mengigat saya takut tidak halal. Sampai di hostel langsung tepar dan baru sadar keesokan harinya.

Untitled [Kuala Lumpur]

Untitled [Kuala Lumpur]

reza 19.45.00 3 Comments

Merayakan malam pergantian tahun baru 2012-2013 banyak warga indonesia yang merayakannya dengan suka cita bepergian ke luar negeri, begitu juga dengan saya yang kali ini berkesempatan untuk merayakan tahun baru di negeri jiran Malaysia dengan berbekal tiket yang cukup mahal dibeli sebulan sebelumnya. Tiket Medan-Penang hasil berburu dari website AirAsia berhasil saya kantongi dengan harga 700ribuan, tapi saya hanya membayar tiket pergi saja seharga 200ribu, tiket pulangnya? Tiket pulang dibayari sama travelmates yang mengajak saya liburan tahun baru 2013 ke Kuala Lumpur via Penang. Tepat pukul 18.30 pesawat lepas landas dari Polonia Medan menuju Penang, lebih cepat 15 menit dari jadwal yang ada di tiket dan perjalanan ini hanya memakan waktu tempuh 45 menit.

20121231_181824 

Mendarat dengan mulus di Penang International Airport kemudian langsung menuju bagian imigrasi tanpa hambatan atau pertanyaan apapun dari petugas. Bandara Penang ini sepertinya baru selesai di renovasi, terlihat dan tercium dari bau cat di dinding yang masih basah, keluar bandara langsung mencari bus Rapid Penang nomor 102 untuk menuju stasiun bus Sungai Nibong dengan membayar di dalam bus RM 2. Tak ada yang istimewa sepanjang perjalanan malam dari Airport ke Sg. Nibong yang memakan waktu tempuh 1.5 jam dari waktu normal hanya 30 kenit, yang ada hanyalah kemacetan layaknya di kota-kota besar Indonesia, saya pikir mungkin karena akan menyambut pergantian malam tahum baru makanya jalanan jadi macet karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sampai di Sg. Nibong langsung mencari loket untuk membeli tiket bus tujuan KL Sentral tengah malam dan mendapatkan tiket dengan harga RM35 untuk keberangkatan pukul 00.00 tapi busnya baru sampai di stasiun pukul 00.45 karena macet. Sambil menunggu jam keberangkatan saya dan travelmates memutuskan untuk mencari makan malam di depan stasiun, oh ya sebelumnya kami bertemu dengan orang medan di bus dari airport ke sg. Nibong yang akan melakukan perjalanan sama seperti kami ke KL Sentral.

Makan malam ini saya memesan nasi goreng ayam + teh o sejuk (es teh manis) dengan total RM5, jauh-jauh ke sini mesennya nasi goreng hahahaha..... Liat di daftar menu cuma itu yang sepertinya cocok di lidah dan kantong (baca: hemat budget). Menjelang tengah malam tak ada perayaan atau pesta kembang api di sekitaran Sg. Nibong ini yang ada malah kemacetan yang tak kunjung terurai juga semenjak datang kesini #ppffff.

Tepat pukul 00.50 bus berangkat menuju KL sentral, satu yang ingin saya lihat sepanjang perjalanan adalah keindahan Penang Bridge yang terpanjang di Asia Tenggara (katanya) di malam hari, tapi sayang saya tidak sempat mengambil gambar karena bus keburu belok dengan cepat, ingin memfoto ketika menyeberangi jembatan ini tapi sayang saya tidak mendapatkan angel yang tepat karena bus terus melaju dengan cepat.

"KL Sentral!!", teriak supir bus yang berwajah india.

Melihat jam tepat pukul 04.00 waktu Kuala Lumpur dan masih terlalu pagi untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Seni dimana hostel tempat kami menginap berada di sekitaran chinatown. Masih ada waktu untuk istirahat dan saya memutuskan untuk tidur di dalam KL sentral, ternyata sayang saya tidak bisa tidur karena bangku yang akan di pakai untuk tidur sudah di pakai orang lain jadinya hanya tersisa untuk duduk saja, apa boleh buat. Menghabiskan waktu dengan wifi gratis di sini sambil menunggu LRT beroperasi. Pukul 6 waktu KL, LRT sudah beroperasi dan langsung menuju Pasar Seni, terlebih dahulu membeli token (semacam koin tapi terbuat dari plastik) seharga RM1. Masuk ke peron dengan mentap atau menggesek di pintu masuk, keluarnya di stasiun tujuan token tinggal di masukkan ke lobang yang ada di pintu keluar. Sampai di pasar seni langsung menuju Jalan Sultan dan mencari hostel Backpackers Travelers Inn, jalan kaki hanya 5 menit dari stasiun pasar seni.

Sambil menunggu waktu check in jam 9 waktu KL saya menghabiskan waktu santai disofa sambil wifi gratis di hostel. Tepat pukul 9 pagi saya di panggil untuk mengisi buku tamu dan langsung membayar kamar Twin Private seharga RM34 untuk 2 malam yang sebelumnya sudah saya booking melalui email tanpa bayar uang muka. Kalau lihat disitus yang memcari kamar penginapan harganya RM35 itu belum lagi ditambah uang depositnya, tapi beruntungnya saya bisa dapat harga RM34. Tidur sejam, mandi dan beberes kemudian langsung keliling kota. Tujuan pertama adalah menara kembar Petronas. Naik LRT dari pasar seni menuju stasiun KLCC seharga RM1.6.

20130103_154919



Puas berkeliling dan Foto-foto kemudian lanjut ke KL tower dengan berjalan kaki, sudah dekat dengan lokasi tapi tidak menemukan jalan masuk ke sana akhirnya memutuskan ke dataran merdeka dari stasiun dang wangi ke stasiun mesjid jamek RM1. Masih terlihat jelas sisa perayaan pergantian malam tahun baru di dataran merdeka ini. Di lokasi ini ada bangunan Sultan abdul samad, Kuala Lumpur Gallery (gratis), perpustakaan Kuala Lumpur.

20130101_141551

Selesai melihat-lihat disini perjalanan dilanjutkan ke Pasar Melayu dengan berjalan kaki *backpacker sejati*. Di pasar melayu ini banyak dijual kain bakal, kalau di medan ada juga semacam ini namanya Pasar Ikan yang menjual kain bakal. Tidak hanya menjual kain bakal, saya juga menemukan pedagang yang menjual handphone masa kini, samsung galaxy SIII seharga RM1200 (coba dikurs ke rupiah, dikali 3200 = Rp. 3.8 jutaan) tapi ga tau deh soal kualitas dan status barangnya BM atau bukan.

Jam makan siang sebenernya sudah lewat tapi walau gimana pun perut harus diisi, cari makan di kedai makan orang india dan penasaran dengan nasi briyani seharga RM.  12.02 plus air dingin, mahal dan ternyata nasi yang teksturnya panjang-panjang ini ternyata tidak cocok dengan lidah saya terbukti dengan banyaknya porsi nasi yang diberikan tidak saya habiskan, karena rasanya aneh menurut saya.


Perjalanan di lanjutkan kembali ke KL Sentral dari mesjid jamek dengan harga tiket LRT  RM. 1.3, di KL sentral menyempatkan untuk membeli tiket bus Go Genting tapi sayang tiket bus pagi sudah habis di beli jadilah beli untuk keberangkatan pukul 12 siang besok seharga RM.17.2 pp, tapi sayang Sky Way tiap hari selasa tidak beroperasi karena ada perawatan berkala. Tiket bus go genting sudah ditangan dan sekarang balik lagi ke hostel mengingat hari sudah gelap dan butuh istirahat untuk mengumpulkan tenaga buat ke genting besok. Malam hari hanya menghabiskan waktu dikamar karena sudah kecapean dan kurang tidur.

20130102_072154

Penginapan Murah Di Sabang

reza 09.02.00 Add Comment

Dua malam menghabiskan waktu disabang mengharuskan gue dkk harus mencari penginapan yang murah, di sabang banyak terdapat penginapan yang bervariasi harganya, tapi disini gue bakal review 2 hotel yang jadi tempat gue menginap.

1. Hotel Pulau Jaya




Alamat: Jl. Teuku Umar No. 21
Telp: 0652-21344
Room: Triple Bed
Harga: Rp. 90.000/malam

Review:
Kamar berisi 3 tempat tidur yang kami pesan ini cukup rapih dan bersih, kebetulan kamar kami ada di lantai 2 dan langsung menghadap ke jalan raya, walau demikian tidak terasa berisik karena mengingat kota sabang yang cukup sepi di malam hari. Tersedia juga kipas angin dan colokan listrik.

Kamar mandi berada di luar (share bathroom) lantai 1, ada banyak kamar mandi yang disediakan, kamar mandi terpisah dengan WC. Tapi ketikan gue dateng ke sana kondisi bak tempat penampungan airnya kotor. Untuk kamar mandi di dalam hanya tersedia untuk kamar VIP (2 Bed) dan kamar Fan (2 Bed).




2. Wisma Mentari


Alamat: - (dekat pelabuhan balohan sabang)

Telp: 085260329992
Room: Double Bed
Harga: Rp. 80.000/malam
Review:
Kamar yang nyaman walaupun hanya 2 tempat tidur yang tersisa, sedangkan yang dibutuhkan adalah 3 tempat tidur, tapi tidak masalah dengan semua itu karena kami menggabungkan dua tempat tidur menjadi satu. Dengan kondisi kamar berada di lantai 2 yang cukup bersih dan nyaman sehingga membuat tidur kami terasa nyenyak. Tersedia juga kipas angin dan colokan listrik.

Kebetulan untuk kamar yang kami pesan mendapatkan Kamar Mandi di luar yang berada di lantai 1, ada 3 kamar mandi beserta WC di dalamnya. Kamar mandi di wisma mentari lebih bersih dari Hotel Pulau Jaya.

Sangat nyaman bermalam disini untuk yang ingin kembali ke banda aceh dengan kapal pagi hari, karena lokasi wisma mentari ini lokasinya persis berseberangan dengan pelabuhan balohan.